Sabtu, 02 Januari 2016

moment 2010

AKANKAH 2010 DAPAT KEMBALI ?
Cerita ini dimulai pada sebuah perjumpaan yang tak aku kira sebelumnya ternyata disana menyimpan sebuah kisah yang baru aku sadari saat ini.
Dulu pernah datang sekelompok Mahasiswa dari salah satu perguruan tinggi negeri yang melaksanakan tugas kampusnya “KKN” ditempat tinggalku mereka akan menetap di desaku selama 1 bulan waktu tersebut telah ditentukan oleh pihak kampus. Mereka sangat ramah, pandai bersosialisasi, dan menyenangkan. Kesan mereka tinggal didesa ini cukup baik.. Memang diawal perjumpaan aku tak begitu memberi respon baik pada mereka karena aku belum tau dan belum terlalu mengerti bagaimana cara yang tepat untuk segera akrab dengan orang baru, maklumlah waktu itu aku masih polos dan baru menginjak kelas 1 SMA. Namun warga yang lain menerima mereka dengan baik di desa kami dan berbagai program mereka jalankan di desa kami untuk sedikitnya membantu dalam pembangunan desa kami, alhasil Alhamdulilah menurut mereka desa kami begitu membuat mereka terkagum-kagum meskipun kami disini hanya menjamu mereka dengan alakadarnya saja.
Sebagai salah satu bukti pengabdian, mereka membuka kegiatan bimbel untuk para amak-anak disini, ada yang belajar komputer, bahasa inggris, dan lain-lain. Dengan jumlah anggota 10 orang mereka dengan cekatan membagi kelompok untuk membimbing kami, setiap hari mereka membagi tugas untuk membimbing kami. Bukan hanya itu, mereka juga ikut serta dalam kegiatan di DKM kami dengan antusiasnya mereka dapat sedikitnya memberikan ilmu mereka untuk kami dalam hal ilmu agama, begitulah sepenggalan rutinitas mereka selama di desa kami. Selain itu diluar juga masih banyak tugas-tugas yang mereka kerjakan contohnya gotong royong dalam pembersihan jalan menuju kebun-kebun tempat warga sekitar menjemput rezeki mereka, mungkin situasi seperti ini yang membuat para mahasiswa itu benar-benar tergugah untuk membantu warga.
Setelah beberapa minggu mereka tinggal disini beserta rutinitasnya, akhirnya sebuah ceritapun lahir diantara para mahasiswa itu. Sebutlah saja “paketum” .... yaa para mahasiswa yang lain akrab memanggilnya dengan sebutan itu, karena dia “paketum” adalah ketua didalam kelompok itu.
Singkat cerita paketum menaruh hati pada seorang anak gadis didesa ini, paketum sering curhat kepada teman-teman sekelompoknya dan lambat-laun berita itupun sampai kepada pemilik rumah yang ditempati mereka.Akhirnya berita tentang perasaan paketum itu sampai kepada si perempuan tersebut, namun ternyata si perempuan tersebut belum bisa menerima kenyataan bahwa dia ( si perempuan ) selama ini dibuat perhatian oleh paketum, bahkan lebih sadis lagi si perempuan itu menolak bahwa paketum suka padanya. Hingga tibalah pada suatu malam paketum datang kerumah si perempuan itu dengan niat untuk bersilaturahmi, aku saluat pada paketum, dia benar-benar berani datang sendiri tanpa teman-temannya. Malam itu dengan alasan ingin nonton bola di televisi paketum rela berangkat sendiri menjumpai perempuan itu dan keluarganya. Padahal siapa yang sangka dalam hatinya pasti penuh dengan kebimbangan, namun kembali pada niat awal untuk bersilaturahmi dia yakin bahwa semua akan baik-baik saja. Tibalah si perempuan menyuguhkan secangkir kopi untuk paketum, walau awalnya si perempuan menolak untuk menyuguhkan kopi tersebut tapi sang ibu tetap menyuruh si perempuan itu untuk menjamu tamunya itu. Dengan perasaan yang sedikit jengkel akhirnya sang perempuan pun menyuguhkan secangkir kopi tersebut “silakan diminum pak kopinya, maaf tidak ada yang istimewa disini” tegur si perempuan dengan senyuman sipu malunya.... “oh terimakasih, ini sudah lebih dari cukup” balas paketum.Perbincangan dimulai antara ayah si perempuan dengan paketum, tak tahulah apa yang mereka bahas tapi yang jelas si perempuan malah asik berdiam diri dikamarnya, yaa... itulah awal dari kebodohan si perempuan.

07-12-2014